Kenali Gejala Stroke Sejak Dini dengan Metode FAST
Stroke adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu, baik akibat sumbatan pembuluh darah maupun pecahnya pembuluh darah. Ketika otak kekurangan pasokan oksigen, sel-sel otak dapat mengalami kerusakan dalam waktu singkat. Dampaknya tidak hanya berupa gangguan gerak, tetapi juga dapat menyebabkan kesulitan bicara, perubahan perilaku, kecacatan permanen, bahkan kematian.
Karena gejalanya sering muncul mendadak, masyarakat perlu memahami tanda awal stroke dan segera mengambil tindakan. Salah satu cara yang mudah diingat adalah metode FAST, singkatan dari Face, Arm, Speech, dan Time.
Face atau wajah menjadi tanda pertama yang perlu diperhatikan. Cobalah meminta orang yang dicurigai mengalami stroke untuk tersenyum. Jika salah satu sisi wajah tampak turun, senyumnya tidak simetris, atau mulut terlihat mencong, kondisi tersebut dapat mengarah pada gangguan saraf akibat stroke.
Arm berarti lengan. Mintalah orang tersebut mengangkat kedua tangan pada waktu bersamaan. Bila salah satu lengan terasa lemah, kebas, sulit digerakkan, atau perlahan turun kembali, jangan anggap keluhan itu sepele. Kelemahan pada satu sisi tubuh merupakan salah satu tanda yang cukup umum terjadi pada pasien stroke.
Speech berkaitan dengan kemampuan berbicara. Penderita stroke dapat mendadak berbicara pelo, sulit menemukan kata yang tepat, tidak mampu mengucapkan kalimat sederhana, atau justru kesulitan memahami ucapan orang lain. Pada beberapa kasus, penderita tampak bingung dan memberikan respons yang tidak sesuai dengan pertanyaan.
Sementara itu, Time menegaskan bahwa waktu adalah faktor paling penting. Jika tanda pada wajah, lengan, atau kemampuan bicara muncul tiba-tiba, segera hubungi layanan gawat darurat atau bawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu gejala mereda, jangan membiarkan pasien tidur, dan jangan mencoba memberikan pengobatan sendiri tanpa pemeriksaan medis.
Selain metode FAST, ada sejumlah keluhan lain yang juga perlu diwaspadai. Di antaranya adalah mati rasa atau kesemutan pada wajah, tangan, maupun kaki, terutama di satu sisi tubuh. Stroke juga dapat memicu pandangan kabur atau ganda, kehilangan keseimbangan, pusing hebat, sulit berjalan, hingga gangguan koordinasi tubuh.
Sakit kepala yang sangat berat dan muncul mendadak juga dapat menjadi sinyal bahaya, terutama bila disertai muntah, penurunan kesadaran, atau leher terasa kaku. Kesulitan menelan, wajah terasa baal, dan kebingungan tanpa sebab yang jelas juga sebaiknya segera dievaluasi oleh tenaga medis.
Gejala stroke yang sempat membaik atau hilang bukan berarti aman. Kondisi itu bisa merupakan transient ischemic attack atau TIA, yaitu gangguan aliran darah sementara ke otak yang dapat menjadi peringatan sebelum stroke yang lebih berat terjadi.
Mengenali metode FAST dan bertindak cepat dapat membantu menyelamatkan nyawa serta mengurangi risiko kecacatan. Saat tanda stroke muncul, jangan tunda mencari pertolongan medis.
. Sumber: Berita Terbaru Hari ini, Bulatan Times